Kesehatan dewasa

Ini Penyebab dan Penangannya Mastitis Pada Ibu Menyusui

Mastitis Pada Ibu Menyusui
Written by ridwan zaeni

Menyusui adalah aktivitas yang sangat penting bagi ibu dan bayi setelah melahirkan. Dalam proses menyusui pada 6 bulan pertama sering kali terjadi mastitis pada ibu menyusui. Keadaan ini bisa menyebabkan aktivitas menyusui jadi tidak nyaman bahkan menyakitkan. Untuk itu penting mengetahui penyebab mastitis dan bagaimana cara penangannya yang benar.

Penyebab Mastitis Pada Ibu Menyusui

Mastitis memang paling sering terjadi pada awal masa menyusui, terutama pada ibu baru. Namun tidak menutup kemungkinan mastitis bisa terjadi selama proses menyusui terjadi hingga bayi akhirnya disapih pada usia 24 bulan. Maka dari itu untuk menghindarinya sangat penting mengetahui apa penyebab mastitis, sebagai berikut:

  •         Infeksi bakteri pada payudara
  •         Saluran payudara tersumbat
  •         Air susu stagnan tidak bisa mengalir

Itulah beberapa penyebab mastitis yang biasanya terjadi pada busui, terutama ibu baru. Dengan mengetahui penyebabnya maka ibu menyusui bisa menghindari dan tidak mengalami mastitis ketika menyusui. Namun bagaimana jika mastitis terlanjur terjadi, di bawah ini cara penangannya.

Cara Penanganan Mastitis

Jika mastitis terjadi selama proses menyusui, pasti akan sangat mengganggu. Hal itu karena payudara bunda akan terasa semakin sakit ketika menyusui. Lalu bagaimana cara menanganinya agar tidak semakin memburuk, simak penjelasan di bawah ini:

1. Lakukan Pengompresan Pada Payudara

Ketika ibu menyusui mengalami mastitis maka payudara akan terasa sangat sakit serta terasa panas. Hal itu merupakan tanda-tanda terjadinya inflamasi pada payudara akibat bakteri atau lainnya. Untuk mengatasi rasa tidak nyaman tersebut, maka busui bisa melakukan pengompresan pada payudara tersebut. Kompreslah payudara dengan air hangat, di semua bagian terutama yang terasa nyeri.

2. Jaga Kebersihan Payudara

Selain melakukan pengompresan agar terasa nyaman, jangan lupa busui juga harus menjaga kebersihan payudaranya. Hal ini untuk mencegah agar infeksi tidak semakin menjadi-jadi. Jangan lupa bersihkan payudara sebelum dan sesudah menyusui bayi. Dengan demikian payudara akan terus dalam keadaan bersih dan tidak terjadi infeksi dari bakteri pada kotoran.

3. Gunakan Bra Khusus Ibu Menyusui

Bagi ibu menyusui bra yang paling ama nada bra khusus ibu menyusui karena memiliki ukuran yang sesuai standar ibu menyusui. Bra busui ini memiliki ukuran yang sedikit berbeda dengan bra biasa.

Ukuran bra menyusui cenderung besar sehingga tidak sesak dan sirkulasi udara dapat terjadi. Dengan demikian, payudara akan terus kering dan tidak lembab. Keadaan seperti ini tidak memungkinkan bakteri menginfeksi payudara karena selalu bersih tanpa sedotan.

4. Lakukan Pijat Payudara Teratur

Sudah diketahui bahwa salah satu penyebab mastitis adalah ASI yang stagnan dan tidak bisa mengalir secara benar. Untuk itu lakukan pemijatan pada payudara secara teratur, untuk memperlancar peredaran darah sekaligus aliran air susu ibu, sehingga tidak stagnan. Jika air susu ibu lancar, maka tidak akan terjadi penyumbatan dan mastitis.

5. Kunjungi Konselor atau Dokter Jika Keluhan Tidak Kunjung Hilang

Jika gejala inflamasi pada mastitis tidak kunjung reda maka sebaiknya ibu pergi ke konselor menyusui atau dokter. Dengan pergi ke ahlinya maka mastitis akan mendapat penanganan dengan benar sesuai penyebab dan gejalanya. Dokter atau konselor akan memberikan antibiotik atau advice menakutkan lainnya’

Nah itulah beberapa cara penanganan mastitis pada ibu menyusui yang sangat mengganggu dan menyebabkan rasa tidak nyaman. Dengan melakukan penanganan yang benar maka mastitis akan sembuh dan tidak terjadi lagi.

About the author

ridwan zaeni

Seorang Automation Engineer yang peduli tentang kesehatan warga +62 , dimana artikel yg dibuat bisa dipastikan No Hoax , Kredible dan Bermanfaat untuk kita semua

Leave a Comment